KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI (TUGAS 2)

Posted: November 17, 2015 in Uncategorized

KERANGKA KONSEPTUAL

Kerangka konseptual adalah struktur teori akuntansi yang didasarkan pada penalaran logis yang menjelaskan kenyataan yang terjadi dan menjelaskan apa yang harus dilakukan apabila ada fakta atau fenomena baru. perumusan kerangka konseptual dimulai dengan penentuan tujuan yang menjadi landasan untuk menyusun elemen lain seperti karakteristik kualitatif dari informasi dan pengakuan serta pengukuran elemen laporan keuangan.

FUNGSI KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI :

FASB merumuskan 4 manfaat dari kerangka konseptual akuntansi :

  1. Sebagai pedoman dalam menentukan standar akuntansi
  2. Sebagai kerangka referensi untuk memecahkan masalah akuntansi apabila standar yang sekarang tidak mengatur isu baru yang timbul
  3. Sebagai dasar membuat pertimbangan dalam menyajikan laporan keuangan
  4. Meningkatkan daya banding dengan cara mengurangi berbagai alternative metode akutansi yang ada

 

LEVEL 1 : TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN

Tujuan dari pelaporan keuangan menurut SFAC NO. 1 (Statement of Financial Accounting Concepts) :

  • Pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor dan kreditor, dan pemakai lainnya dalam mengambil keputusan investasi, kredit dan yang serupa secara rasional. Informasi tersebut harus bersifat comprehensive bagi mereka yang memiliki pemahaman yang rasional tentang kegiatan bisnis dan ekonomi dan memiliki kemauan untuk memelajari informasi dengan cara yang rasional.
  • Pelaporan keuangan memberikan informasi untuk membantu investor , kreditor dan pemakai lainnya tentang penerimaan kas bersih yang berkaitan dengan perusahaan.
  • Pelaporan keuangan memberikan informasi tentang sumber-sumber ekonomi  suatu perusahaan dan klaim terhadap sumber-sumber tersebut.
  • Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang hasil usaha (performan keuangan) selama satu periode.
  • Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana perusahaan memperoleh dan membelanjakan kas, pinjaman dan pengembaliannya, transaksi modal, dividen dan equities lainnya dan faktor yang mempengaruhi solvenci dan likuiditas perusahan.
  • Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana manajemen mempertanggung-jawabkan kepada pemilik atas pemakaian sumber ekonomi yang dipercayakan kepadanya.
  • Pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat bagi manajer dan direktur sesuai kepentingan pemilik.

 

LEVEL 2 : KARAKTERISTIK KUALITATIF DAN ELEMEN LAPORAN KEUANGAN

1)      Karakteristik Kualitatif dari Informasi

FASB dalam SFAC NO. 2,  karakteristik kualitatif dimaksudkan untuk memberikan kriteria dasar dalam memilih :

  • alternatif metode akuntansi dan pelaporan keuangan
  • persyaratan peng-ungkapan (disclosure)

Kegunaan bagi pengambilan keputusan, dari dua yang terpenting, lalu sekunder dan yang lainnya :

  • Relevansi dan Reliability, berkaitan dengan : timeliness, predictive value dan feedback value
  • Comparabilitydan Consistency, yang merupakan kualitas sekunder
  • Cost – benefitdan Materiality , merupakan kriteria untuk mengakui informasi akuntansi

2)      Element laporan keuangan dalam sfac no.3, terdiri dari :

  • Aktiva (assets)
  • Hutang (liabilities)
  • Ekuitas (equity)
  • Investasi oleh pemilik (investment by owners)
  • Distribusi pada pemilik (distribution to owners)
  • Laba komprehensive  (comprehensive income)
  • Pendapatan (revenue)
  • Biaya (expenses)
  • Keuntugan (gains)
  • Kerugian (losses)

 

LEVEL 3 : PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Tingkat ketiga kerangka konseptual terdiri dari konsep-konsep yang dipakai untuk mengimplementasikan tujuan dasar dari tingkat pertama. Konsep-konsep ini menjelaskan apa, kapan, dan bagaimana unsur-unsur serta kejadian keuangan harus diakui, diukur, dan dilaporkan oleh sistem akuntansi.

Asumsi-Asumsi Dasar (potsulat)

Asumsi-asumsi menyediakan satu landasan bagi profesi akuntansi. Jadi, asumsi dasar akuntansi adalah anggapan-anggapan yang digunakan oleh para akuntan agar akuntansi dapat dipraktikkan.

a.asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption).Akuntansi memandang bahwa perusahaan merupakan unit yang berdiri sendiri dan terpisah dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan (pemilik, kreditor, karyawan, dan lainnya).

b. Kesinambungan (going concern). Sebagian besar metode akuntansi di dasarkan pada asumsi kelangsungan hidup yaitu perusahaan bisnis akan memiliki umur yang panjang.pengalaman mengindikasikan bahwa, meskipun banyak mengalami kegagalan bisnis, perusahaan dapat memiliki kelangsungan hidup yang panjang.

 

Apabila tidak ada tanda-tanda atau rencana yang psati bahwa perusahaan akan dibubarkan, maka kegiatan perusahaan dianggap akan berlangsung terus sampai waktu yang tidak terbatas. Implikasi dari asumsi ini adalah :

  • Kontinuitas usaha memerlukan Laporan Keuangan periodik sebagai evaluasi kinerja perusahaan jangka pendek
  • Laporan keuangan periodik bersifat tentatif, yang hanya menyajikan informasi sementara untuk satu periode tertentu.
  • Laporan Laba-Rugi hanya menunjukkan hasil usaha dalam jangka pendek
  • Neraca menunjukkan potensi jasa yang masih dimiliki perusahaan untuk menghasilkan pendapatan periode-periode berikutnya

 

Accounting Principles

dapat diartikan sebagai seperangkat aturan-aturan umum dan “universal” yang dijadikan sabeagai objek pengetahuan akuntansi dalam konteks teoritis, dan menjadi landasan pengembangan teknik akuntansi.

 

  • The Historical Cost Principle (harga pertukaran)

Ukuran yang biasa digunakan untuk merefleksikan harga pertukaran adalah kas yang dibayarkan, aktiva lain yang diserahkan, saham yang dikeluarkan, jasa yang dikerjakan, atau hutang yang di tanggung, sesuai dengan barang atau jasa yang di terima

 

  • The Revenue Principles (prinsip pendapatan

Pengakuan pendapatan berkaitan dengan penentuan kapan pendapatan dapat di catat dalam laporan keuangan sehingga mempengaruhi hasil usaha/posisi keuangan perusahaan. Dua kriteria yang dapat digunakan untuk mengakui pendapatan adalah pendapatan telah terbentuk dan terealisasi atau segera terealisasi. Atas dasar kriteria tersebut, pendapatan dapat diakui pada saat berikut ini :

  • Selama proses produksi
  • Setelah proses produksi selesai
  • Pada saat penjualan kas
  • Pada saat di terima kas

 

  • The Matching Principle (prinsip penandingan)

Agar dapat ditentukan besar laba/rugi, biaya (expenses) harus ditandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama. Ada 3 dasar penandingan yang dapat digunakan :

  • Hubungan sebab akibat
  • Alokasi sistematis dan rasional
  • Pembebanan segera

 

Constraint

Dalam menyajikan informasi yang berkualitas, akuntansi diharapkan pada dua kendali utama yaitu hubungan biaya-manfaat dan materialitas. Dua kendala lainnya yang berkaitan dengan lingkungan adalah praktik industri dan konservatisme

  • Cost-Benefit Relationship
  • The Materiality Principle
  • Industry Practice
  • The Conservation Principle

 

Nama : Rico Putra

NPM: 26212297

kelas: 4eb12

Referensi:

Suwardjono (2005). Teori Akuntansi. Yogyakarta, BPFE Yogyakarta.

https://uciikhusy.wordpress.com/2011/11/08/kerangka-konseptual-akuntasi-konvensional/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s